Hana's posts with tag: daily living
Jadi, tadi itu aku jalan-jalan sama mama ke sebuah Town Square gitu. Niatnya nonton. Udah beli tiket, tapi masih sejam lagi mainnya. Jadilah...kita muter-muter dan turun ke bawah. Akhirnya tibalah kita berdua di depan "Badan&Jiwa". Masuklah kita.
Niat awalnya adalah aku nggak mau tergoda sama sekali dengan baju-baju yang ada di dalam sana, secara sekarang udah mulai mikir mau beli apa-apa atau mau ngapa-ngapain harus bayar sendiri. Tapi...akhirnya tergoda juga dan belilah 2 item. Susah juga nih kalo refreshingnya ke tempat-tempat perbelanjaan. 
Tapi...inti permasalahan yang pengen aku bahas disini adalah, kenapa atribut yang melekat di diri kita itu jadi sebuah simbol identitas? Hm...ini jadi berbuntut panjang. Karena tiap orang akhirnya ingin memperlihatkan identitas yang berbeda. Yang unik. Yang 'gue banget' katanya. I admit, sometimes I dress the way I want, just to show the world that this is 'me'. See? Bahkan ada orang yang niat banget dengan tiap hari selalu pake baju yang berbeda, ga pernah dipake 2x. Untungnya aku masih belum masuk tahap itu. Amit-amit, jangan sampe lah. *grins*
So what? We buy clothes to fulfill one of our basic needs (sandang, pangan, papan). It leads us to the creation of fashion industry, and trends...and the blah-blah-blah. Next thing we know, we're already enslaved by the definition of 'beauty', which have been passed (in such a perfect disguise) through the media. In the end, are we losing our self-indentity(/ies)? I don't know. You folks tell me.
Okay. I'm a human being like everyone else. I'm not better than anyone in this world, and the other way around since we're all equal. I'm doing what I do because I'm equipped with those capabilities only. I can expand, though. I might be good in some aspects and a total disaster in other aspects. Yet, here I am again. Smiling widely. After a long long time thinking and a 'not-being-myself' phase, I finally realize.... ...I'm simply (extra)ordinary. Whether they like it or not. Whether you like it or not. Whether I like it or not. Deal with it. Everyone’s special in their own ways. And there's no point of trying to make everyone happy. It's impossible, and I have tried. The point is...know what you want in life and fight for it. Don't let anyone, even your beloved ones, turns you down. If someone really loves you, he/she won't break you. Instead, he/she accepts you the way you are. The best and the worst of you. And you both will compromise. As simple as that. I've been learning about life (for real) for about 4 years, and still going. Before that...was a phase of unconsciousness.
Setelah sesi marah-marah yang parah, perubahan emosi yang fluktuatif, rasa sakit pada bagian-bagian tubuh tertentu, dan hasrat makan yang tidak terkontrol, akhirnya hari ini aku 'kedatangan bulan' juga. Lega, karena artinya aku hanya perlu berurusan dengan kram perut (yang semoga tidak parah) untuk malam ini sampai kira-kira besok lusa.
Abis itu...seminggu nungguin pendarahan selesai, starting from this evening. Oh, I love being a woman...
Tadi abis siaran Cozy Sexy Cool dengan topik tolok ukur kesuksesan seseorang. Yaaa..intinya itu deh. Jawabannya macem-macem. Ada yang bilang ketika udah sampe di puncak karir, itu sukses. Ada yang bilang nikah & punya anak, itu sukses. Ada yang bilang dapet IPK sempurna itu sukses. Ada yang bilang ketika berhasil mendidik anak itu adalah kesuksesan.
Kalo menurut aku, sebuah kesuksesan itu adalah ketika aku udah hidup bahagia. Kerjaan lancar, pindah ke luar negeri, hidup dengan orang yang aku sayangi & sayang sama aku dengan nyaman, punya 2 anak yang rajin & nurut, mendidik anak dengan betul.
Tapi setelah kita mencapai tahap yang bikin kita berpikir kalo kita udah sukses...terus apa? Kita nggak bikin goal baru? Terus apa? Apa?
Jaman sekarang isu gender lagi rame diobrolin di Indonesia. Mungkin karena udah keseringan, masyarakat lama-lama jadi mikir kalo ini adalah sesuatu yang biasa. Aku sendiri mulai berpikir, kalo dari dulu kita (baca: perempuan) selalu mendengung-dengungkan kesetaraan...sebetulnya kesetaraan macam apa yang sedang kita usahakan?
Jangan salah. Laki-laki juga mulai beremansipasi. Bukan cuma perempuan. - Perempuan mengusahakan kesetaraan untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan kedudukan dalam pekerjaan yang setara dengan laki-laki. Lucunya, jaman sekarang juga laki-laki mulai banyak yang pengangguran.
- Perempuan bisa bekerja di lapangan pekerjaan laki-laki. Sometimes women do better. And so do men on women's field of work. You name it. Chef? Check. Make up artist? Check. Designers? Check.
- Perempuan dari dulu boleh pake celana tanpa dianggap aneh. Sekarang, laki-laki juga bisa bebas ngelakuin facial treatment & beauty thingies dengan bebas dan juga nggak dianggap aneh.
- Perempuan mulai belajar berlogika. Laki-laki mulai belajar beremosi. Now what the hell is going on here?
- KDRT banyak terjadi. Dianggap lazim kalo laki-laki nyakitin perempuan, tapi jangan salah. Sekarang juga banyak perempuan nekat yang suka menganiaya suami.
Jadi inti dari perjuangan kesetaraan ini apa? Cuma membalik kebiasaan aja? Hidup yang gimana yah yang sebetulnya diidamkan orang-orang ini?
Mohon kesediannya untuk mengikuti polling yang saya buat yah. Untuk menjawab rasa penasaran saya.

Aku baru aja nonton Stardust di komputer. Udah rada lama sih film ini keluarnya, tapi aku baru liat. Lumayan oke, meskipun ngayal. Paling enggak ada pesan moralnya gitu deh. Tapi abis nonton film ini, aku jadi berpikir...
Is it really unconditional? I mean...those four letters in English or five letters in Bahasa.
L-O-V-E a.k.a. C-I-N-T-A
Is it REALLY u-n-c-o-n-d-i-t-i-o-n-a-l??? Duh! Kalo di film aja mah katanya 'unconditional'. Mana ada gitu di kehidupan nyata cinta yang tanpa syarat? Di lingkungan sekitarku, cinta itu bersyarat. Nggak tau kalo di lingkungan kalian.
Syaratnya macem-macem... - Ngeliat agama
- Ngeliat warna kulit / ras
- Ngeliat tingkat pendidikan
- Ngeliat strata sosial
- Ngeliat status ekonomi
- Ngeliat usia
- Ngeliat kepribadian
- Ngeliat tampang
- Ngeliat jumlah mantan pacar
- Ngeliat pekerjaan
- Ngeliat kebiasaan sehari-hari
- Ngeliat latar belakang keluarga
- Ngeliat punya penyakit kelamin apa enggak *lol*
- Ngeliat bibit, bobot, bebet
- Ngeliat ke depannya si dia bakal bermasa depan cerah apa enggak
- Ngeliat dia bisa ngebelanjain apa enggak di kala bokek
- Ngeliat dia suka 'tebar jala' ke segala arah apa enggak
- dan masih banyak 'ngeliat' yang lain...
Film Stardust bikin aku mikir banget. Cinta itu harusnya bersyarat apa enggak sih? Atau mungkin emang cinta itu dimana-mana bersyarat, tapi syaratnya gampang. Syarat cinta hanya harus berbalas. Itu aja. Gimana menurut kalian?
The first woman ever existed in this world was Eve, taken from one of Adam's ribs. Ever since, women had spread all over the world. Fulfilling the universe, until now.
Everybody loves women. A man needs a woman to be his mom, his bestriend, his lover, his sister, his co-worker, his whore, his servant, his financial advisor, his psychiatrist, his secretary, etc...all at once. Now can you imagine the burden that a woman has? Everybody needs women. Even a woman needs another woman. It reminds me of a sweet story between Ellen Degeneres and her gorgeous fiance, Portia de Rossi. *grins*
A woman can carry her nine-months-pregnancy inside her stomach while driving a truck all by herself to help her husband make their living. Well, it was my mom. And somehow I'm so proud of her, despite the quarrels we've had.
Here are some quotes about women I've searched... - Confidence is the sexiest thing a woman can have. It's much sexier than any body part. (Aimee Mullins)
- When she stopped conforming to the conventional picture of femininity she finally began to to enjoy being a woman. (Betty Friedan)
- A woman is like a tea-bag. You never know how strong she is until she gets in hot water. (Eleanor Roosevelt)
- Women upset everything. When you let them into your life, you find that the woman is driving at one thing and you're driving at another. (George Bernard Shaw)
- Every woman knows all about everything. (Rudyard Kipling)
- Every man who is not a monster, mathematician or a mad philosopher, is the slave of some woman or other. (George Eliot)
So, dear all women out there who read this...be proud of yourself. And by the way, if you have any other stories about outstanding women out there...please share. 
Wah...aku nggak sengaja nemu postingan ini di Yahoo!. Coba cek video di link ini dan ini. Intinya...handphone yang kita pake radiasinya luar biasa. Efeknya sama kayak microwave, sampe bisa bikin pop corn. 
Jadi dua video itu nunjukin ada beberapa butir jagung yang ditaruh, terus dikelilingi 4 handphone. Terus handphone-handphone itu ditelpon pake nomer lain. Ditunggu beberapa detik...jagungnya jadi pop-corn dong! Gila...
In a way, it is a good thing for us...and a bad thing for the microwave manufacturers. *lol* But in another way...hey! When we use our cell-phones, don't you think it's OUR BRAINS that is being radiated with the same effect as if those brains are put inside a microwave? There's a brain inside each of our skulls that is going to get popped... *sigh*
Nggak tau juga dua video itu bohong-bohongan apa nggak. Kalo menurut aku sih enggak. Coba deh...nanti aku mau buktiin di rumah. Mau beli jagung pop-corn dulu ah kalo gitu...
Postingan ini sebetulnya sederhana. Bentuk syukurku buat Tuhan.
Terima kasih Tuhan... ...untuk hidup yang telah aku jalani. ...untuk setiap nafas yang kuhela. ...untuk setiap pagi yang baru saat aku membuka mata. ...untuk setiap detak jantung yang Tuhan ijinkan untuk selalu ada. ...untuk segala kasih sayang yang mengalir dari banyak arah. ...untuk segala masalah yang datang bersama dengan tangis dan amarah. ...untuk pendewasaan yang aku pelajari setiap waktu. ...untuk bimbingan-Mu dalam nuraniku.
Terima kasih Tuhan... ...untuk tetap terjaga disaat ku terlelap. ...untuk pelukan hangat disaat ku sedih. ...untuk damai sejahtera dalam gundahku.
Aku berpikir...dalam hidup, manusia nggak akan tau apa-apa kalo nggak mengalami sendiri. Istilah canggihnya itu trial and error. Hm...dan selalu ada fase-fase yang kita lalui, yang baru kita sadari di masa depan bahwa kita sudah melaluinya. Aku sendiri juga ngalamin. Dulu pas kecil, pengen ngerasain gimana jadi gede dan ngerasain jadi orang gede. Sekarang aku sadar...aku ada di fase gede, biarpun belum gede-gede banget. *okay, now what is this I'm talking about?* Ngejalanin hidup yang berdasarkan pada kalimat "go with the flow" bikin aku ngerasain banyak hal dan pengalaman. Yang paling simpel, tentang kerjaan. Dulu banget, ngerasain yang namanya model-modelan. Terus jalan lagi...dapet kerjaan jadi jurnalis di tabloid, biarpun ga terlalu lama. Jalan lagi...ditawarin kerja jadi executive secretary di sebuah organisasi sosial yang aku jalani selama setahun. Lanjut...di kampus ditawarin jadi asdos. Hayuk mari. Terus jalan lagi...akhirnya kecebur di radio & TV. Sambil jalan...ada juga tawaran ngemsi-ngemsi. Secara nggak sadar, udah lumayan banyak hal-hal yang aku coba. Tapi abis ini ada kerjaan baru yang akan aku jalani...ngantor & menjalankan bisnis keluarga. In a way, to think about it makes my heart beats faster. The excitement is unexplainable. But on the other hand, pressures are there too...waiting for me. Apapunlah. Makasih Tuhan buat semua kesempatan yang udah dikasih buat hamba-Mu ini... 
|  | Ini ga sengaja bawa kamera, abis workshop fotografi. Terus ada yang motret. Ini pas Jurnal SBO, barengan sama Glenn Rozanno. Untung cuma setengah badan yang masuk pas on-air. Liat doooong...sepatuku ga matching sama bajunya. Hakhakhak!!! |
Aku beberapa kali ngeliat buku-buku lucu yang bikin aku kepikir buat nulis postingan ini. Ada macem-macem sih. Mulai dari 1000 hal yang harus dilakukan sebelum mati, 1000 tempat yang harus didatangi sebelum mati, dan semacamnya. Hehe...tapi serius deh, kadang hal-hal seperti itu patut dipikirin juga.
Ini dia 10 hal yang harus aku lakukan (atau harus aku alami) sebelum mati: - Lulus kuliah S1 & diwisuda
- Nerusin usaha papa & ngerasain sendiri keuntungan yang menggiurkan itu
 - Sekolah lagi buat ngedapetin skill, jadi nggak harus S2
- Travelling ke luar negeri sendiri (atau bareng pasangan juga oke) dan bayar sendiri
- Beli mobil (Toyota Harrier)
- Beli rumah sendiri
- Tinggal di luar negeri selama lebih dari setahun
- Menikah
- Punya anak
- Hidup bahagia
Now tell me your own 10 things to do before you die... 
There's not enough space in this world for lunatic people. Beberapa hari kemarin aku baca berita...ada insiden Monas. Kayaknya nggak perlu disebutin siapa oknum yang aku maksud, yang bikin kekacauan dengan dasar fanatisme mereka. Parah. Udah gitu tingkahnya kayak pengecut. Mukulin orang tapi mukanya ditutupin. Kenapa? Takut ketauan terus takut ditangkep? Mukulin orang, beraninya pas bergerombol. Kalo sendirian mana berani? Kalo anarkis ya anarkis aja, nggak usah bawa-bawa agama. Nggak ada agama yang menjadikan kekerasan sebagai dasar ajarannya.
Imbasnya, sekarang banyak perwakilan masyarakat yang demo dan menuntut mereka dibubarkan. Bagus. Atau mungkin PeTrus (Penembak Misterius kayak jaman dulu ituu...) perlu diaktifkan lagi buat memberantas orang-orang aneh yang suka meresahkan masyarakat kayak mereka itu. Biar jadi pelajaran buat preman-preman lain yang berkedok pembela agama.
Sebetulnya, otak mereka itu apa sih isinya?
...of what you would become in the next 5 years, in the next 10 years. What kind of life are we going to live in?
Mengutip kalimat Sir Winston Churchill... "We make a living by what we get, we make a life by what we give."
The question is...have we given the very best of ourselves to others? Personally, I haven't.
| Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | D'Sound |
Lagu ini mencuci otakku. Gila! Aku mencoba mencari liriknya, tapi belum dapet. Intinya, lagu ini menceritakan tentang kesalahan yang paling hebat...yaitu seseorang yang mungkin bukan Mr.Right/Ms.Right. Tapi biarpun udah tau kalo seseorang itu adalah kesalahan terbesar, tetep aja di'gandholi' (istilah jawa-nya yah). Tetep aja telfonnya ditungguin, tetep aja pengen ditemuin, tetep aja dicintain. Gila...aku nggak tau kenapa, tapi lagu ini sekarang lagi aku puter terus-terusan. Hm...I guess everyone has (at least) one greatest flaw in their life that they could never escape from. Lagu ini daleeeeemmmm banget...
Satu kebiasaanku kalo lagi banyak pikiran dan banyak hal yang menghimpit...
...TIDUR lebih banyak, lebih lama, dan lebih sering.
Heheheheh...nggak tau kenapa kok bisa begitu. Apakah itu merupakan sebuah alasan psikologis? Ayo, yang merasa sarjana psikologi harap menjawab. 
Dan beberapa hari ini aku jadi lebih gampang tidur dan tidurnya lebih lama. Apakah aku sedang banyak pikiran dan terhimpit banyak hal? *sigh* Bulu ketek kali pake dihimpit-himpit...
|  | Love you all, girls! (Dyta, Butet, Adel, Me) |
| |