Life Is A BureauCrazy

Hana's posts with tag: sorrow

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sorrow
Hey.
Don't come around nearer.
I want to be left alone.
So don't get any closer.

Hey.
I've done my best though,
so I think it's fair enough to get a pay.
You just don't get it.

Hey.
I'm feeling nothing right.
My sadness has turned to emptiness.
Leave me alone.

I need to get things straight inside me.

Blog EntryAnxietyJun 8, '08 1:39 PM
for everyone
Sumpah sekarang lagi sumpek. Gelisah. Super gelisah.

Huuaaaahh...nggak tau kenapa aku selalu begini kalo mau menghadapi sesuatu yang menurutku besar. Selalu ngerasa waswas dan takut.

Kalo di buku The Secret, seharusnya aku nggak fokus ke perasaan itu. But I'm just being honest...I'm so fucking anxious right now.

Blog EntryFrom Dust Back To DustMay 19, '08 10:51 PM
for everyone
Manusia diciptakan dari debu dan tanah menurut gambar & rupa Allah. Itu yang selalu aku pelajari. Itu sebabnya ketika manusia meninggal, manusia akan kembali menjadi debu & tanah. Itu mengenai hidup dan mati manusia.

Kali ini mengenai kehidupan. Ketika kita mengenal sesuatu, dari yang tidak ada menjadi ada, akankah kita berpura-pura tidak mengenalnya lagi ketika kita melepaskannya? Dari yang ada kembali menjadi tidak ada.

Bagaimana jika sesuatu yang kita kenal itu memberikan warna pada dunia kita, namun kita harus melepaskannya sebagai bagian dari konsekuensi? Akankah kita menganggap semuanya tak pernah ada? Seolah-olah bagian itu adalah bagian buram yang tidak jelas.

Berikan jawaban padaku tentang kehidupan, karena aku hanya debu.

ReviewReviewReviewReviewEnough LoveMay 19, '08 9:42 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Other
Artist:Mandalay
Lagu ini...mellow. Melodinya, liriknya. Kalo mempertanyakan tentang cinta, dengerin aja lagu ini. Hehe...sekali, dua kali, nancep melodinya. Tiga kali, empat kali, mulai nancep liriknya. Lima kali, udah ketagihan dengerin lagu ini sambil nangis darah sendirian. Ato aku aja kali yah yang terlalu mellow. :p
-----------------
Come like a baby to the breast
Every inch of you to test my skin
You deepen cracks and pour in more
Still standing at the door in tears

And I feel
And do you feel
Enough love

Or do you feel
Or do you feel
Enough love is too rare

Still leaving me untied in hands
That you tied and locked away alive
Here I can't stand another scene
Can't face another day in here

And I feel
And do you feel
Enough love

Or do you feel
Or do you feel
Enough love is too rare

And I feel
And do you feel
Enough love

Or do you feel
Or do you feel
Enough love is too rare

You could weather me if I turned to stone
If I turned to stone something like a statue
You could keep me hidden in your garden
Then no one need ever know

And I feel
And do you feel
Enough love

Or do you feel
Or do you feel
Enough love is too rare

And I feel
And do you feel
Enough love

Or do you feel
Or do you feel
Enough love is too rare

Blog EntryWhen Tears Run Dry And There's Nothing Left...May 18, '08 10:43 AM
for everyone
Aku banyak melihat orang-orang menangis...karena mereka sedih dan kecewa.
Aku pernah sedih dan kecewa...kemudian menangis.

Sekarang aku sedang mengalaminya. Air mata turun mengalir, tanpa sebab.
Semua terasa begitu buruk, begitu jauh, begitu sendirian.

Aku suka sendirian, tapi aku benci kesepian.
I love being alone (sometimes), but I hate loneliness

Satu kemungkinan: Pre-Menstrual-Syndrome

Blog EntryMe = Selfish & IgnorantMay 8, '08 11:55 AM
for everyone
Belakangan ini kayaknya aku udah jadi sosok yang egois dan nggak peka sama orang-orang di sekitarku yang sayang sama aku. Sadarnya juga barusan karena pihak yang bersangkutan ngomong ke aku.

Terus selama ini aku ngapain aja? Selama ini aku kemana aja? Segitu penting banget yah segala hal dalam hidupku sampe aku jadi jauh dengan orang-orang yang selalu ada saat aku butuh? 

Gebleg. Ternyata banyak PR di umur 21 ini. Crut!

Blog EntryGrowing UpApr 30, '08 1:53 PM
for everyone
Sumpah aku sekarang lagi bingung. Orang bilang, dewasa itu ngalah. Orang bilang, dewasa itu nggak egois dan nggak mikirin perasaan diri sendiri. Tapi kenapa justru orang-orang yang (katanya) dewasa di sekitarku malah jadi yang teregois? Kenapa mereka malah ngotot sama apa yang mereka mau sendiri?

Berarti kalo aku memperjuangkan sesuatu yang menurut aku baik untuk diriku di masa depan, aku nggak dewasa dong? Berarti aku harus rela diinjak-injak dan nurut sama orang lain dong biar dapet predikat dewasa?

Kalo kayak gitu mah, mending aku nggak usah dapet predikat dewasa. Soalnya ada juga hal-hal yang aku pelajari tentang orang dewasa. Nggak sedikit dari mereka yang (merasa) udah dewasa itu justru munafik dalam hidupnya. Nggak sedikit dari mereka yang (merasa) udah dewasa itu justru jadi manipulatif dan nggak tulus.

Manusia nggak akan pernah dewasa, makanya proses belajar itu seumur hidup nggak akan pernah berhenti.

Blog EntrySilent SighApr 22, '08 3:24 PM
for everyone
Kalo salah satu lagunya Badly Drawn Boy judulnya Silent Sigh, kali ini yang aku rasain bener-bener menghela nafas dalam diam. Sampe sesenggukan. Rada bego juga.

Nggak tau apa lagi yang harus aku lakuin. Nggak tau lagi apa yang harus aku buat. Kadang aku ngerasa udah cukup berusaha ngerti, udah berusaha mati-matian buat tau diri. Tapi seringnya jadi makan ati sendiri. Gila. Terus sekarang mau ngapain dong? Mau gerak kemana aja, mau ngelakuin apa aja, semua salah.

thisFUCKINGfeelingISbringingMEsorrow.

Blog EntryBrain FreezeApr 20, '08 12:36 PM
for everyone
I...wanna write something down here.
I'm...supposed to be writing something down here.
I'm...actually gonna write something down here.

The problem is...I SUDDENLY LOST THOUGHTS. SH*T!!!

Blog EntrySick...Sick...Sick...Mar 2, '08 9:35 AM
for everyone
Jadi, malam ini akan menjadi malam terakhirku di rumah sakit. Setelah tiba-tiba tanggal 28 Februari kemarin kondisi tubuhku ngedrop dan harus opname di rumah sakit...karena penyakit yang nggak jelas. Tempo-tempo mengarah ke demam berdarah, tempo-tempo mengarah ke tipus. Penyakit yang nggak jelas, yang berujung pada satu kesimpulan akhir...aku kecapekan.

Satu kejadian lucu soal opname ini adalah...pembuluh darahku tipis dan gampang pecah. Jadi cuma buat masukin selang infus aja harus sampai 5 kali usaha baru berhasil. Untungnya dari awal aku emang udah punya niatan untuk 'menikmati' rasa sakit jarum infus, dan Tuhan menjawab keinginanku dengan 5 kali coblosan. Buset dah! Udah gitu susternya galak abis. Ada fotonya sih, cuma nggak sempat aku masukin. Kapan-kapan yah. Yang pasti tanganku jadi memar-memar gitu. Moga-moga pas siaran TV bisa keliatan. *kok malah ngarep?* Hakhakhakhak! Silly.

Sedihnya adalah...aku harus mengorbankan pekerjaan-pekerjaan yang aku cintai. Siaran-siaran, semuanya dibatalkan. Which means, bye-bye salary. *grins* Tapi emang yang namanya istirahat itu kadang mahal banget harganya. Baru nyadar aja gitu. Udah gaji ilang, malah harus bayar pula. Untunglah aku masih numpang sama orang tua, jadi yang bayarin biaya rumah sakit...ya orang tua. Hukhukhuk...artinya suatu hari nanti aku juga harus membiayai biaya pengobatan anak-anakku.

Untung besok aku sudah keluar dari sini (baca: rumah sakit, bukan restoran all you can eat). Heheheheh...hal pertama yang aku ingin lakukan begitu keluar dari sini adalah...kerja. Siaran, siaran, dan siaran. Tapi bukan ding. Sebelumnya harus perawatan dulu. Secara rambutku udah kayak bihun yang lengket kesana kemari. 4 hari nggak keramas. *yuck!*

Ya sutralah...sekian update singkat dariku. Ow, dan sekarang aku lagi ngebut bikin proposal kolokium yang harus dikumpulin besok...dan masih kebingungan soal teorinya. Secara banyak buku yang ketinggalan di rumah. Hakhakhakhakhak! *tawa desperate*

By the way, staying at a hospital is not bad at all. I think it's even better than staying at a hotel. Gimana enggak, kalo di hotel kan semua harus ngelakuin sendiri. Kalo di rumah sakit, semuanya dibantuin. Yah, paling yang nggak enak itu cuma makanannya, injeksi-injeksinya yang bikin mual, dan tetangga sekamar yang pembesuknya lebih rame dibandingin pasar.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help